1212000205_ Rezav Habi _TUGAS RESUME CHAPTER 4-6 BUKU 2_HUBUNGAN INDUSTRIAL GLOBAL & HUBUNGAN INDUSTRIAL BERBASIS PANCASILA

 

TUGAS RESUME CHAPTER 4-6 BUKU 2

HUBUNGAN  INDUSTRIAL GLOBAL & HUBUNGAN  INDUSTRIAL BERBASIS  PANCASILA

 

SEJARAH HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA

Pada masa-masa pergerakan kemerdekaan, karena pengaruh  dari perjuangan politik waktu itu, maka hubungan industrial  lebih banyak berorientasi pada masalah-masalah sosial  politik daripada masalah sosial ekonomi.Hal ini tercermin  dari gerakan serikat pekerja yang tidak hanya bertujuan  melindungi kepentingan anggotanya, akan tetapi juga  bertujuann untuk perjuangan kemerdekaan. Setelah  Indonesia merdeka, terutama pada periode tahun lima  puluhan, di mana dalam bidang politik, Indonesia  melaksanakan demokrasi parlementer yang berlandaskan  demokrasi liberal, maka hubungan Industrial tidak luput dari  pengaruh sistem politik tersebut.Hal ini tercermin dari  gerakan serikat pekerja yang tidak hanya bertujuan  melindungi kepentingan anggotanya, akan tetapi juga  bertujuann untuk perjuangan kemerdekaan.

TUJUAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA

1.      Menyukseskan pembangunan dalam  rangka mengemban cita-cita bangsa  Indonesia yaitu masyarakat adil dan makmur.

2.      Ikut berperan dalam melaksanakan  ketertiban dunia yang berdasarkan  kemerdekaan, perdamaian abadi  dan kadilan sosial.

3.      Menciptakan ketenangan,  ketenteraman dan ketertiban kerja  serta ketenangan usaha.

4.      Meningkatkan produksi dan  produktivitas kerja.

5.      Meningkatkan kesejahteraan  pekerja serta derajatnya  sesuai dengan martabatnya

 

HIP (HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA

Hubungan antara para pelaku dalam proses produksi barang dan jasa (pekerja, pengusaha, dan pemerintah) didasarkan atas nilai yang merupakan manivestasi dari keseluruhan sila-sila dari Panasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang tumbuh dan berkembang di atas  kepribadian bangsa dan kebudayaan nasional Indonesia.

 

LANDASAN YANG DI GUNAKAN HIP :

·         landasan idiil

·         Landasan Hukum (Konstitusional)  Landasan Struktural dan TAP MPR No 11  Landasan Operasional

·         Landasan kepada kebijaksanaan Pemerintah

 

POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM HIP

·         HIP didasarkan atas keseluruhan sila daripada Pancasila secara  utuh dan bulat yang tidak dapat dip Hubungan sahkan satu sama  lain

·         HIP meyakini bahwa kerja bukanlah hanya sekadar mencari nafkah,  akan tetapi kerja sebagai pengabdian manusia kepada Tuhan Yang  Maha Esa.

·         Dalam HIP pekerja bukan hanya dianggap sebagai faktor produksi  belaka, akan tetapi sebagai manusia pribadi sesuai dengan harkat,  martabat, dan kodratnya.

·         Dalam HIP, pengusaha, dan pekerja tidak dibedakan karena golongan,  keyakinan, politik, paham, agama, suku maupun jenis kelamin.

·         HIP berupaya menghilangkan perbedaan-perbedaan dan  mengembangkan persamaan-persamaan dalam rangka menciptakan  keharmonisan antara pekerja dan pengusaha.

·         Dalam HIP didorong terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat  Indonesia dan untuk itu seluruh hasil upaya perusahaan harus dapat  dinikmati bersama oleh pengusaha dan pekerja secara serasi,  seimbang dan merata

 

ASAS-ASAS UNTUK MENCAPAI TUJUAN DALAM HIP

Hubungan Industrial Pancasila dalam mencapai  tujuannya mendasarkan diri kepada asas-asas  pembangunan nasional yang tertuang dalam  Garis-garis Besar Haluan Negara seperti asas  manfaat, usaha bersama dan kekeluargaan,  demokrasi, adil dan merata, keseimbangan dan  lain-lain.

Hubungan Industrial Pancasila dalam mencapai tujuannya juga  mendasarkan diri kepada asas kerja, yaitu:

·         Pekerja dan pengusaha merupakan mitra dalam proses produksi  Pekerja dan pengusaha merupakan mitra dalam menikmati hasil  perusahaan

·         Pekerja dan pengusaha merupakan mitra dalam tanggung jawab  kepada Tuhan Yang Maha Esa, tanggung jawab kepada bangsa dan  negara, tanggung jawab kepada masyarakat sekelilingnya, tang-gung jawab kepada pekerja serta keluarganya dan tanggung jawab  kepada perusahaan di mana mereka bekerja.

 

SIKAP MENTAL DAN SIKAP SOSIAL HIP

·         sikap sosial: kegotong-royongan, toleransi, tenggang rasa, terbuka,  bantu membantu dan mampu mengendalikan diri.

·         sikap mental : sikap kemitraan, saling hor mat menghormati, saling  mengerti kedudukan peranannya dan sa ling memahami hak dan  kewajibannya di dalam proses produksi.

Pihak pemerintah dalam hal ini berperan sebagai pengasuh, pembimbing,  pelindung dan pendamai.

Serikat pekerja bukan hanya penyalur aspirasi kaum pekerja dengan  hak-haknya, tetapi serikat pekerja berkewajiban membawa kaum pekerja  berpartisipasi dalam tugas-tugas pembangunannasional.

Pihak pengusaha di samping diakui hak-haknya juga mempunyai kewajiban  memberikan andilnya secara konstruktif terhadap peningkatan  kesejahteraan pekerja serta membina asas-asas manajemen yang baik  dalam rangka pembangunan nasional secara kese luruhan

 

MENGATASI KONFLIK KEPENTINGAN PENGUSAHA-PEKERJA DENGAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA

Lembaga Kerjasama Bipartit dan Tripartit 

·         Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) 

·         Kelembagaan penyelesaian perselisihan  industrial

·         peraturan perundangan ketenagakerjaan 

·         pendidikan hubungan industrial

 

MASALAH YANG PERLU DISELESAIKAN HIP

·         Masalah Pengupahan 

·         Pemogokan

 

POSISI PEKERJA DALAM HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA

Persoalan perburuan adalah persoalan yang paling sering muncul di permukaan. Realitas perburuhan sampai akhir PJP I :

  1. perusahaan belum melaksankan ketentuan UU Perburuhan
  2. kurang efektifnya fungsi pengawasan yang dilaksanakan  aparat Depnaker terhadap perusahaan-perusahaan
  3. masih sulitnya sikap keterbukaan pengusaha untuk menampung aspirasi naker
  1. belum terlaksananya demokratisasi dalam hubungan kerja
  2. pertumbuhan dan perkembangan industri yang pesat namun  tidak didukung upaya peningkatan kesejahteraan naker

 

BURUH DALAM SISTEM PEREKONOMIAN

Muncul Pendapat mengenai sistem ekonomi yang sesuai dengan  keadaan dan lingkungan negara kita. Perbedaan tersebut  timbul disebabkan adanya anggapan bahwa sistem ekonomi  yang dianut pada saat ini terlalu menjurus kepada suatu  sistem perekonomian tertentu yang secara tidak disadari  melupakan keadaan masyarakat kita sendiri yang dapat  berfungsi sebagai bahan dasar dari sistem perekonomian itu  sendiri Berbagai Sistem Perekonomian

·         Sistem ekonomi pancasila 

·         Sistem ekonomi sosialis/komunis 

·         Sistem ekonomi Kapitalis

 

https://www.untag-sby.ac.id/

 

SEJARAH HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA

Pada masa-masa pergerakan kemerdekaan, karena pengaruh  dari perjuangan politik waktu itu, maka hubungan industrial  lebih banyak berorientasi pada masalah-masalah sosial  politik daripada masalah sosial ekonomi.Hal ini tercermin  dari gerakan serikat pekerja yang tidak hanya bertujuan  melindungi kepentingan anggotanya, akan tetapi juga  bertujuann untuk perjuangan kemerdekaan. Setelah  Indonesia merdeka, terutama pada periode tahun lima  puluhan, di mana dalam bidang politik, Indonesia  melaksanakan demokrasi parlementer yang berlandaskan  demokrasi liberal, maka hubungan Industrial tidak luput dari  pengaruh sistem politik tersebut.Hal ini tercermin dari  gerakan serikat pekerja yang tidak hanya bertujuan  melindungi kepentingan anggotanya, akan tetapi juga  bertujuann untuk perjuangan kemerdekaan.

TUJUAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA

1.      Menyukseskan pembangunan dalam  rangka mengemban cita-cita bangsa  Indonesia yaitu masyarakat adil dan makmur.

2.      Ikut berperan dalam melaksanakan  ketertiban dunia yang berdasarkan  kemerdekaan, perdamaian abadi  dan kadilan sosial.

3.      Menciptakan ketenangan,  ketenteraman dan ketertiban kerja  serta ketenangan usaha.

4.      Meningkatkan produksi dan  produktivitas kerja.

5.      Meningkatkan kesejahteraan  pekerja serta derajatnya  sesuai dengan martabatnya

 

HIP (HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA

Hubungan antara para pelaku dalam proses produksi barang dan jasa (pekerja, pengusaha, dan pemerintah) didasarkan atas nilai yang merupakan manivestasi dari keseluruhan sila-sila dari Panasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang tumbuh dan berkembang di atas  kepribadian bangsa dan kebudayaan nasional Indonesia.

 

LANDASAN YANG DI GUNAKAN HIP :

·         landasan idiil

·         Landasan Hukum (Konstitusional)  Landasan Struktural dan TAP MPR No 11  Landasan Operasional

·         Landasan kepada kebijaksanaan Pemerintah

 

POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM HIP

·         HIP didasarkan atas keseluruhan sila daripada Pancasila secara  utuh dan bulat yang tidak dapat dip Hubungan sahkan satu sama  lain

·         HIP meyakini bahwa kerja bukanlah hanya sekadar mencari nafkah,  akan tetapi kerja sebagai pengabdian manusia kepada Tuhan Yang  Maha Esa.

·         Dalam HIP pekerja bukan hanya dianggap sebagai faktor produksi  belaka, akan tetapi sebagai manusia pribadi sesuai dengan harkat,  martabat, dan kodratnya.

·         Dalam HIP, pengusaha, dan pekerja tidak dibedakan karena golongan,  keyakinan, politik, paham, agama, suku maupun jenis kelamin.

·         HIP berupaya menghilangkan perbedaan-perbedaan dan  mengembangkan persamaan-persamaan dalam rangka menciptakan  keharmonisan antara pekerja dan pengusaha.

·         Dalam HIP didorong terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat  Indonesia dan untuk itu seluruh hasil upaya perusahaan harus dapat  dinikmati bersama oleh pengusaha dan pekerja secara serasi,  seimbang dan merata

 

ASAS-ASAS UNTUK MENCAPAI TUJUAN DALAM HIP

Hubungan Industrial Pancasila dalam mencapai  tujuannya mendasarkan diri kepada asas-asas  pembangunan nasional yang tertuang dalam  Garis-garis Besar Haluan Negara seperti asas  manfaat, usaha bersama dan kekeluargaan,  demokrasi, adil dan merata, keseimbangan dan  lain-lain.

Hubungan Industrial Pancasila dalam mencapai tujuannya juga  mendasarkan diri kepada asas kerja, yaitu:

·         Pekerja dan pengusaha merupakan mitra dalam proses produksi  Pekerja dan pengusaha merupakan mitra dalam menikmati hasil  perusahaan

·         Pekerja dan pengusaha merupakan mitra dalam tanggung jawab  kepada Tuhan Yang Maha Esa, tanggung jawab kepada bangsa dan  negara, tanggung jawab kepada masyarakat sekelilingnya, tang-gung jawab kepada pekerja serta keluarganya dan tanggung jawab  kepada perusahaan di mana mereka bekerja.

 

SIKAP MENTAL DAN SIKAP SOSIAL HIP

·         sikap sosial: kegotong-royongan, toleransi, tenggang rasa, terbuka,  bantu membantu dan mampu mengendalikan diri.

·         sikap mental : sikap kemitraan, saling hor mat menghormati, saling  mengerti kedudukan peranannya dan sa ling memahami hak dan  kewajibannya di dalam proses produksi.

Pihak pemerintah dalam hal ini berperan sebagai pengasuh, pembimbing,  pelindung dan pendamai.

Serikat pekerja bukan hanya penyalur aspirasi kaum pekerja dengan  hak-haknya, tetapi serikat pekerja berkewajiban membawa kaum pekerja  berpartisipasi dalam tugas-tugas pembangunannasional.

Pihak pengusaha di samping diakui hak-haknya juga mempunyai kewajiban  memberikan andilnya secara konstruktif terhadap peningkatan  kesejahteraan pekerja serta membina asas-asas manajemen yang baik  dalam rangka pembangunan nasional secara kese luruhan

 

MENGATASI KONFLIK KEPENTINGAN PENGUSAHA-PEKERJA DENGAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA

Lembaga Kerjasama Bipartit dan Tripartit 

·         Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) 

·         Kelembagaan penyelesaian perselisihan  industrial

·         peraturan perundangan ketenagakerjaan 

·         pendidikan hubungan industrial

 

MASALAH YANG PERLU DISELESAIKAN HIP

·         Masalah Pengupahan 

·         Pemogokan

 

POSISI PEKERJA DALAM HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA

Persoalan perburuan adalah persoalan yang paling sering muncul di permukaan. Realitas perburuhan sampai akhir PJP I :

  1. perusahaan belum melaksankan ketentuan UU Perburuhan
  2. kurang efektifnya fungsi pengawasan yang dilaksanakan  aparat Depnaker terhadap perusahaan-perusahaan
  3. masih sulitnya sikap keterbukaan pengusaha untuk menampung aspirasi naker
  1. belum terlaksananya demokratisasi dalam hubungan kerja
  2. pertumbuhan dan perkembangan industri yang pesat namun  tidak didukung upaya peningkatan kesejahteraan naker

 

BURUH DALAM SISTEM PEREKONOMIAN

Muncul Pendapat mengenai sistem ekonomi yang sesuai dengan  keadaan dan lingkungan negara kita. Perbedaan tersebut  timbul disebabkan adanya anggapan bahwa sistem ekonomi  yang dianut pada saat ini terlalu menjurus kepada suatu  sistem perekonomian tertentu yang secara tidak disadari  melupakan keadaan masyarakat kita sendiri yang dapat  berfungsi sebagai bahan dasar dari sistem perekonomian itu  sendiri Berbagai Sistem Perekonomian

·         Sistem ekonomi pancasila 

·         Sistem ekonomi sosialis/komunis 

·         Sistem ekonomi Kapitalis

 

https://www.untag-sby.ac.id/

Komentar