1212000205-Rezav Habi _ Tugas resume pengantar ekonomi mikro_TEORI PRODUKSI JANGKA PANJANG (DUA INPUT VARIABEL)

 

TEORI PRODUKSI JANGKA PANJANG (DUA INPUT VARIABEL)

A.    PENGERTIAN TEORI PRODUKSI

Teori produksi adalah pembelajaran mengenai suatu proses ekonomi untuk mengubah faktor-faktor produksi (input) menjadi hasil produksi (output). Teori produksi merupakan teori pemilihan atas berbagai alternatif, terutama menyangkut keputusan yang diambil oleh seorang produsen dalam menentukan pilihan atas alternatif-alternatif yang ada.

Produsen berusaha dalam memaksimalkan produksi yang dapat dicapainya dengan suatu kendala biaya tertentu agar dapat dihasilkan keuntungan yang maksimal. Produksi juga merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.

 

3 ASPEK PROSES PRODUKSI

  1. Kuantitas barang atau jasa di hasilkan.
  2. Bentuk barang atau jasa di ciptakan.
  3. Distribusi temporal dan spasial dari barang atau jasa yang di hasilkan.

 

FAKTOR PRODUKSI

Dalam suatu proses produksi dibutuhkan input yang berupa faktor-faktor produksi yaitu alat atau sarana agar kegiatan berjalan dengan lancar. Sehingga, jika faktor produksi tidak ada, maka proses produksi juga tidak akan berlangsung.

Faktor-faktor produksi antara lain adalah Capital atau modal, Labour atau tenaga kerja, Skill atau keahlian atau kemampuan, dan Land atau tanah. Capital atau modal yang sering terlintas dipikiran biasanya dalam bentuk uang. Namun, modal juga bisa berupa alat-alat seperti mesin untuk membuat barang atau jasa, ataupun juga dapat berupa bangunan atau gedung yang akan digunakan untuk kegiatan operasional usaha tersebut.

JANGKA PANJANG (LONG RUN)

Jangka waktu panjang merupakan satu waktu dimana seluruh input variabel maupun tetap yang digunakan perusahaan dapat diubah. Produksi jangka panjang, yaitu semua faktor produksi dapat berubah dan ditambah sesuai kebutuhan. Dalam jangka panjang (long run) dan sangat panjang (very long run) semua faktor produksi sifatnya variabel. Perusahaan dapat menambah atau mengurangi kapasitas produksi dengan menambah atau mengurangi mesin produksi. Dalam konteks manajemen, jangka panjang dan jangka sangat panjang  berkaitan dengan ukuran waktu kronologis. Misalnya ada kualifikasi yang menyatakan bahwa jangka panjang berkisar antara 5-25 tahun, jangka sangat panjang bila waktunya lebih dari 25 tahun. Dalam jangka panjang (long run) dan sangat panjang (very long run) semua faktor produksi sifatnya variabel. Perusahaan dapat menambah atau mengurangi mesin produksi. Dalam konteks manajemen, jangka panjang dan jangka sangat panjang berkaitan dengan ukuran waktu kronologis.

TEORI PRODUKSI DENGAN DUA INPUT VARIABEL

Produksi ini merupakan kombinasi antara dua faktor produksi variabel untuk menghasilkan output atau hasil produksi yang sama. Dalam hal ini, kombinasi yang paling mudah adalah antara faktor produksi modal (Capital) dengan tenaga kerja (Labour). Jika terdapat perusahaan yang ingin meningkatkan hasil produksi maka yang bisa dilakukan adalah dengan menambah dua input variabel dan meningkatkan produksi atau menambah dua input variabel tersebut yaitu tenaga kerja dan modal. Jika faktor produksi yang bersifat variabel adalah jumlah tenaga kerja, modal atau peralatan, maka fungsi persamaan yang dapat ditulis adalah 𝑄 = (𝐿, 𝐶) Dengan Q sebagai output atau jumlah hasil produksi, L sebagai Labour atau tenaga kerja, dan C sebagai Capital atau modal ataupun peralatan yang mana kedua ini merupakan input variabel. Dalam teori ini, terdapat kurva isoquant yang menunjukkan hasil produksi sama dan garis isoqost yang menunjukkan biaya untuk proses produksi sama.

ISOKUAN (ISOQUANT)

Isokuan (isoquant) adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi variabel secara efisien dengan tingkat teknologi, yang menghasilkan tingkat produksi yang sama. Isoquant dapat berbentuk seperti kurva indifference dan tidak berupa garis lurus, vertikal maupun horizontal.

CIRI-CIRI ISOQUANT

      Mempunyai kemiringan negative

      Semakin ke kanan kedudukan isoquant menunjukkan semakin tinggi jumlah output

      Isoquant tidak pernah berpotongan dengan isoquant yang lainnya

      Isoquant cembung ke titik origin.

      yang lebih tinggi menunjukan output yang lebih besar dan terjadi sebaliknya.

ASUMSI-ASUMSI ISOQUANT

v  Asumsi konveksitas(Convexity)

      Asumsi konveksitas analogi dengan asumsi pada pembahasan perilaku konsumen, yaitu kurva indiferensi yang menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Produsen dapat melakukan berbagai kombinasi penggunaan dua macam factor produksi untuk menjaga agar tingkat produksi tetap. Kesediaan produsen untuk mengorbankan factor produksi yang satu demi menambah penggunaan factor produksi yang lain untuk menjaga tingkat produksi pada isoquant yang sama disebut Derajat Teknik Substitusi Faktor Produksi atau Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS).

      MRTSlk adalah bilangan yang menunjukkan berapa unit factor produksi L harus dikorbankan untuk menambah 1 unit factor produksi K pada tingkat produksi yang sama. Jika L adalah tenaga kerja dan K adalah barang modal (mesin), maka MRTSlk adalah berapa unit tenaga kerja yang harus dikorbankan untuk menambah 1 unit mesin, demi menjaga produksi pada tingkat yang sama. Dasar pertimbangan substitusi factor produksi adalah perbandingan rasio produktivitas.

Penurunan nilai MRTS (Diminishing of MRTS)
Sama halnya dengan konsumen, produsen menganggap makin mahal factor produksi yang semakin langka. Itulah sebabnya mengapa nilai MRTSlk makin menurun (hukum LDR). MRTS konstan bila kedua factor produksi bersifat subtitusi sempurna (perfect substitution). MRTS adalah nol bila kedua factor produksi mempunyai hubungan proporsional tetap (fixed proportion production function).

Hukum Pertambahan Hasil Yang Semakin Menurun (The Law of Diminishing Return)
Hukum ini mengatakan bahwa bila satu macam input ditambah penggunaannya sedang input-input lain tetap maka tambahan output  yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula menaik, tetapi kemudian seterusnya menurun bila input  tersebut terus ditambah

Daerah Produksi yang ekonomis ( Relevance Range of Production)
Pada saat membahas model produksi satu factor produksi variable, telah disimpulkan bahwa daerah produksi ekonomis perusahaan adalah daerah tahap II. Pronsip yang sama berlaku untuk model produksi dua factor produksi

ISOQOST

Kurva anggaran produksi (isocost) adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam factor produksi yang memerlukan biaya yang sama. Jika harga factor produksi tenaga kerja adalah upah (w) dan harga factor produksi barang modal adalah sewa (r), maka persamaannya adalah:

I = rK+Wl

      Sudut kemiringan kurva isocost adalah ratio harga kedua factor produksi. Jika terjadi perubahan harga factor produksi, kurva I berotasi. Jika yang berubah adalah kemampuan anggaran, kurva isocost bergeser sejajar. Kurva ini menggambarkan besarnya biaya yang dikeluarkan oleh produsen selama proses produksi dalam kurun waktu tertentu.

PERUBBAHAN OUTPUT KARENA PERUBAHAN SKALA PENGGUNAAN PRODUKSI (RETURN TO SCALE)

  1. Skala hasil menarik (interasting return to scale)

Jika penambahan factor produksi sebanyak 1 unit menyebabkan output meningkatkan lebih dari 1 unit, fungsi produksi memiliki skala hasil menaik (inscreasing return to scale )

  1. Skala hasil konstan (constrant return to scale)

Jika pelipatgandaan faktor produksi menambah output sebanyak dua kali lipat juuga, fungsi produksi memiliki karakter skala hasil konstan.

  1. Skala hasil menurun (decreasing return to scale)

Jika penambahan 1 unit faktor produksi menyebabkan output bertambah kurang dari 1 unit, fumgsi produksi memiliki karakter skala hasil menurun.

 

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Seorang ekonomi bernama Hicks mengklasifikasikan kemajuan teknologi berdasarkan pengaruhnya terhadap kombinasi penggunaan faktor produksi :

    • Bila kemajuan teknologi mengakibatkan porsi pengngunaan barang modal menjadi lebih besar disbanding tenaga kerja, disebut teknologi padat modal (capital using atau capital intensive)
    • Sebaliknya jika menyebabkan porsi penggunaan tenaga kerja menjadi lebih besar, disebut teknologi padat karya (labour using atau labour intensive).
    • Jika tidak mengubah porsi (ratio factor produksi tetap), disebut teknologi netral (neutral technology).

 

KESEIMBANGAN PRODUSEN

Dalam mencapai keseimbangannya produsen selalu berdasarkan prinsip efisiensi, yaitu maksimalisasi output atau minimalisasi biaya. Prinsip maksimalisasi output menyatakan bahwa dengan anggaran yang sudah ditentukan, dicapai output maksimum. Prinsip minimalisasi biaya menyatakan target output yang sudah ditetapkan harus dicapai dengan biaya minimum. Keputusan maksimalisasi output atau minimalisasi factor produksi tergantung pada tujuan atau misi yang diemban perusahaan atau lembaga.

 

https://www.untag-sby.ac.id/

Komentar