1212000205-Rezav Habi _ Tugas resume pengantar ekonomi mikro_TEORI BIAYA PRODUKSI JANGKA PANJANG, SKALA EKONOMIS DAN TIDAK EKONOMIS
Rezav Habi Setyatama
1212000205
TEORI BIAYA PRODUKSI JANGKA PANJANG, SKALA EKONOMIS DAN TIDAK EKONOMIS
Biaya Produksi Jangka Panjang
Produksi adalah berkaitan dengan cara bagaimana sumber daya (masukan) dipergunakan untuk menghasilkan produk (keluaran). Produksi jangka panjang adalah semua factor produksi dapat berubah dan ditambah sesuai kebutuhan
Dalam produksi jangka panjang semua input diperlakukan sebagai input variabel. Dalam jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua faktor-faktor produksi yang akan digunakan oleh perusahaan. Jangka panjang, yaitu jangka waktu di mana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan, yaitu jumlah daripada faktor-faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan dapat ditambah apabila memang dibutuhkan. Faktor-faktor produksi tersebut adalah: faktor pasar, faktor bahan mentah, faktor fasilitas angkutan, dan faktor tenaga kerja.
BiayaJangka total (jangka panjang)
panjang dalam pengertian ini tidak terkait dengan waktu. Semua sumber daya yang digunakan dalam proses produksi bersifat variable atau jumlahnya dapat berubah ubah. Produksi dalam jangka panjang memungkinkan perusahaan untuk mengubah skala produksi (tingkat produksi) dengan cara mengubah, baik mengubah maupun mengurangi jumlah sumberdaya. Hal ini tentu akan berdampak pada biaya yang ditimbulkan. Dalam jangka panjang hanya dikenal biaya total rata-rata (ATC).
Dalam teori produksi jangka panjang juga terdapat teori-teori biaya yakni antara lain:
1. Biaya total (jangka panjang)
Adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi seluruh output dan semuanya bersifat variabel. Biaya total sma dengan perubahan biaya variabel ditulis dengan rumus:
LTC=LVC
Dimana :
LTC = Biaya Total Jangka Panjang ( Long Run Total Cost)
LVC = Biaya Variabel Jangka Panjang ( Long Run Variable Cost)
2. Biaya marjinal
Adalah tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit. Perubahan biaya total adalah sama dengan perubahan biaya variabel. Maka rumusnya adalah:
LMC = LTC/Q
Dimana :
LMC = biaya marjinal jangka panjang(long run marginal cost)
LTC = perubahan biaya total jangka panjang
Q = perubahan output
3. Biaya rata-rata
Adalah biaya total dibagi jumlah output. Di tunjukkan dengan rumus :
LAC = LTC/Q
Dimana :
LAC = biaya rata-rata jangka panjang (long run average cost)
Q = jumlah output
Cara meminimumkan biaya
Dalam analisis ekonomi kapasitas pabrik digambarkan oleh kurva biaya total rata-rata (AC =Average cost ). Peminimuman biaya jangka panjang tergantung kepada 2 faktor berikut :
1. Tingkat produksi yang ingin dicapai
2. Sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang tersedia
Kurva biaya total rata-rata jangka panjang (kurva LARC)
Oleh karena dalam biaya jangka panjang semula biaya bersifat variabel, maka konsep terpenting darinya tentu saja adalah seberapa besar biaya rata-rata yang dikeluarkan dalam masa produksi dan operasional perusahaan. Secara umum setiap produksi dalam jumlah yang banyak pastilah mengalami masa skala ekonomis lalu kemudian akan mengalami masa non ekonomis karena tambahan biaya lebih besar dari tambahan produksi (dalam nilai). Secara teoritis berdasarkan persamaan matematis nya, biaya jangka panjang rata-rata (LARC) akan membentuk kurva yang cekung ( membuka ke atas )untuk kasus dimana setiap produksi mengalami skala non ekonomis terlebih dahulu kurvanya berbentuk cembung (membuka ke atas).Titik persinggungan dalam kurva-kurva AC tersebut merupakan biaya produksi yang paling optimum/minimum untuk berbagai tingkat produksi yang akan dicapai produsen dalam jangka panjang. Kurva biaya jangka panjang ini terbentuk dari gabungan biaya rata-rata jangka pendek dalam jumlah yang berhingga. Biaya jangka pendek yang teoritis menunjukkan model kapasitas secara kemampuan produksi dari perusahaan sehingga setiap terjadi kenaikan biaya atas tambahan produksi maka perusahaan akan mengganti dengan model produksi yang lainnya dimana produksi masih dalam kondisi yang ekonomis
Skala Ekonomis & Tidak Ekonomis
Kurva LRAC berbentuk huruf U atau lebih tepat berbentuk kuali, disebabkan oleh faktor-faktor yang dinamakan oleh ahli-ahli ekonomi sebagai skala ekonomi (economies of scale) dan skala tidak ekonomi (diseconomies of scale)
1. Skala Ekonomis
Menurut Sadono Sukirno skala kegiatan produksi jangka panjang dikatakan bersifat mencapai skala ekonomi apabila pertambahan produksi menyebabkan biaya produksi rata-rata menjadi semakin rendah. Produksi yang semakin tinggi menyebabkan perusahaan menambah kapasitas produksi, dan pertambahan kapasitas ini menyebabkan kegiatan memproduksi bertambah efisien. Ini dicerminkan oleh biaya produksi yang bertambah rendah. Pada kurva LRAC keadaan ini ditunjukkan oleh bagian kurva LRAC yang semakin menurun apabila produksi bertambah. Dalam gambar keadaan ini berlaku di antara produksi sebesar 0 sampai sebesar QB. Di bawah ini diuraikan beberapa faktor penting yang menimbulkan skala ekonomi.
« Spesialisasi faktor-faktor produksi. Dalam perusahaan yang besar dilakukan spesialisasi. Setiap pekerja diharuskan melakukan suatu pekerjaan tertentu saja, dan ini menambah keterampilan pekerja.
« Pengurangan harga bahan mentah dan kebutuhan produksi lain.Makin tinggi produksi, makin banyak bahan-bahan mentah dan peralatan produksi yang digunakan.Keadaan ini menyebabkan biaya per unit akan menjadi semakin murah.
« Memungkinkan produk sampingan diproduksi.Didalam perusahaan adakalanya terdapat bahan-bahan yang terbuang (waste). Tetapi kalau perusahaan memiliki barang residu yang cukup banyak, barang residu ini dapat diproses menjadi barang yang diproduksi secara sampingan. Kegiatan yang baru ini akan menurunkan biaya per unit dari keseluruhan operasi perusahaan.
« Mendorong perkembangan usaha lain. Kalau suatu perusahaan telah menjadi sangat besar, timbul permintaan yang cukup ekonomis untuk mengembangkan kegiatan di bidang usaha lain yang menghasilkan barang-barang atau fasilitas yang dibutuhkan perusahaan besar tersebut.
2. Skala Tidak Ekonomis
Wujudnya skala tidak ekonomi terutama disebabkan oleh organisasi perusahaan yang sudah menjadi sangat besar sekali sehingga menimbulkan kerumitan di dalam mengatur dan memimpinnya. Perusahaan yang terus-menerus membesar biasanya berarti jumlah tenaga kerja yang digunakan meliputi beribu-ribu orang, dan mempunyai pabrik dan cabang di berbagai tempat. Sebagai akibatnya kegiatan dan organisasi perusahaan itu sudah menjadi sangat kompleks. Tidak mungkin lagi ia dipimpin oleh seorang manajer saja.Ini menyebabkan pengambilan keputusan dan kebijakan perusahaan yang sangat kaku dan memakan waktu yang lama untuk merumuskannya.
https://www.untag-sby.ac.id/
Komentar
Posting Komentar