1212000205_ Rezav Habi Setyatama_Tugas Resume Bussiness Relationship Chapter 3 Buku 2_PENDUDUK DAN ANGKATAN KERJA
TUGAS RESUME CHAPTER 3 BUKU 2
PENDUDUK DAN ANGKATAN KERJA
TENAGA KERJA, ANGKATAN KERJA DAN BUKAN ANGKATAN KERJA
• Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat (UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan)
• Adapun kesempatan kerja adalah suatu keadaan dimana peluang kerja tersedia bagi para pencari kerja, kesempatan kerja meruapakan pertemuan antara permintaan tenaga kerja dengan penawaran tenaga kerja di pasar tenaga kerja.
• Sebagian dari tenaga kerja ada yang tidak siap, tidak bersedia, tidak mampu dan atau tidak sedang mencari pekerjaan, mereka disebut dengan bukan angkatan kerja. Sedangkan tenaga kerja yang siap dan mampu bekerja, baik yang sudah mendapatkan pekerjaan maupun sedang mencari pekerjaan disebut dengan angkatan kerja.
PENGELOMPOKKAN TENAGA KERJA
1. Angkatan kerja
Angkatan kerja adalah tenaga kerja yang siap, mampu dan berkeinginan atau bersedia untuk bekerja jika terdapat kesempatan kerja. Angkkatan kerja yang sudah mendapatkan pekerjaan disebut pekerja, sedangkan yang sedang mencari atau belum mendapatkan pekerjaan disebut pengangguran.
Pekerja adalah orang orang yang mempunyai pekerjaan, mencakup orang yang mempunyai pekerjaan dan (saat disensus atau disurvei) memang sedang bekerja, serta orang yang mempunyai pekerjaan namun untuk sementara waktu kebetulan sedang tidak bekerja contohnya petani yang menanti panen atau wanita karir yang tengah menjalani cuti melahirkan.
2. Bukan angkatan kerja
· Bukan angkatan kerja adalah tenaga kerja yang tidak bekerja, tidak mempunyai pekerjaan dan sedang tidak mencari pekerjaan. Tenaga kerja yang bukan angkatan kerja dibedakan menjadi penduduk dalam usia kerja yang sedang bersekolah atau kuliah, mengurus rumah tangga (tanpa mendapat upah), serta penerima pendapatan lain, yakni mereka yang tidak melakukan suatu kegiatan ekonomi tetapi memperoleh pendapatan seperti tunjangan pensiun, bunga atas simpanan, atau sewa atas milik, serta mereka yang hidupnya tergantung dari orang lain seperti karena lanjut usia, cacat, di penjara atau sakit kronis.
• Ruang lingkup hubungan industrial mencakup masalah penduduk dan angkatan kerjanya. Setiap pembahasan mengenai angkatan kerja selalu terkait dengan penduduk karena penduduk merupakan sumber angkatan kerja.
• Penduduk merupakan sasaran utama pembangunan nasional, yaitu dalam bentuk peningkatan kesejahteraan baik material maupun spiritual. Kondisi semacam itu sekaligus juga merupakan pendukung utama gerak pembangunan. Dengan kata lain, penduduk khususnya angkatan kerja seharusnya menjadi modal utama dalam pembangunan nasional. Namun dapat menjadi suatu kenyataan bahwa jumlah angkatan kerja yang berlimpah dengan laju pertumbuhan yang cepat, justru menjadi maasalah pokok. Masalahnya adalah pembangunan nasional belum mampu menciptakan kesempatan kerja yang sepadan
KEADAAN KETENAGAKERJAAN INDONESIA TAHUN 2012
1. Angkatan kerja, penduduk yang bekerja dan pengangguran
• Keadaan ketenagakerjaan di indonesia pada agustus 2012 menunjukan adanya sedikit perbaikan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran. Dari tahun ke tahun jumlah angkatan kerja cenderung mengalami kenaikan. Jumlah pengangguran pada agustus 2012 mengalami penurunan sekitar 370 ribu orang jika dibandingkan keadaan februari 2012.
• Sementara itu selama periode datu tahun terakhir terjadi penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sebesar 0,46 %
2. Penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerja utama
Komposisi penduduk pekerja menurut lapangan pekerjaan hingga agustus 2012 tidak mengalami perubahan, dimana sektor pertanian, perdagangan, jasa kemasyarakatan dan sektor industri secara berurutan masih menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di indonesia.
3. Penduduk yang bekerja menurut status pekerjaan utama
• Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan.
• Penduduk bekerja di sektor formal mecakup kategori berusaha dengan dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan. Komponen penduduk bekerja pada sektor informal terdiri dari penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas di pertanian.
• Keadaan agustus 2012 terdapat sekitar 44,2 juta orang (39,86%) bekerja pada sektor formal dan 66,6 juta orang (60,14%) bekerja pada sektor informal
4. Penduduk yang bekerja menurut jumlah jam kerja
Komposisi orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu secara umum tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu. Penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu, yaitu penduduk bekerja pada kelompok 35 jam keatas per minggu pada agustus 2012 jumlahnya mencapai 76,5 juta orang (69,04%).
5. Penduduk yang bekerja menurut pendidikan
Penduduk bekerja dengan pendidikan rendah secara presentase mengalami penurunan dari 68,28% pada agustus 2011 turun menjadi 66,88% pada agustus 2012. sementara penduduk dengan pendidikan tinggi meningkat dari 8,8 juta orang (8.04%) pada agustus 2011 dan menjadi 10,0 juta orang (8,98%) pada agustus 2012
6. Tingkat pengangguran terbuka menurut pendidikan
Jumlah pengangguran pada agustus 2012 mencapai 7,2 orang, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) cenderung menurun, dimana TPT agustus 2012 sebesar 6,14% turun dari TPT februari 2012 sebesar 6,32% dan agustus 2011 sebesar 6,56%.
PERMASALAHAN KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA
1. Tingkat pengangguran yang tinggi
Pengangguran merupakan salah satu masalah tenaga kerja yang berpengaruh besar bagi perekonomian indonesia. Angka pengangguran yang tinggi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain pertambahan jumlah penduduk lebih besar daripada pertambahan lapangan kerja. Akibatnya tidak semua penduduk produktif dapat ditampung oleh lapangan kerja yang ada. Orang orang yang tidak bisa bekerja ini akan menjadi pengangguran.
Beberapa dampak pengangguran
- Tingkat kesejahteraan menurun
- Angka kriminalitas (kejahatan) meningkat, misalnya pencurian, penjambretan dan penodongan
- Kualitas hidup menurun, dengan ditandai lingkungan yang kotor (tidak sehat)
- Produktivitas masyarakat menurun
- Menurunnya tingkat kesehatan dan kekurangan pangan
- Peningkatan jumlah anak jalanan, kaum gelandangan, pengamen di tempat tempat umum, dsb
- Menurunnya pendapatan negara dari penerimaan pajak penghasilan
- Bertambahnya biaya sosial negara
2. Meningkatnya angkatan kerja
Jumlah angkatan kerja di indonesia terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Semakin besar jumlah penduduk maka angkatan kerja jadi semakin besar. Hal ini, dapat menjadi beban tersendiri bagi perekonomian karena jika meningkatnya angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan bertambahnya lapangan kerja akan menyebabkan masalah pengangguran. Pengangguran secara otomatis tidak mendapatkan penghasilan dan tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Kondisi ini dapat menyebabkan kesejahteraan menurun
3. Mutu tenaga kerja yang rendah
Semakin besar tenaga kerja di indonesia berpendidikan rendah dengan keterampilan dan keahlian yang kurang memadai, sehingga belum memiliki keterampilan dan pengalaman untuk memasuki dunia kerja. Dengan demikian mutu tenaga kerja di indonesia tergolong rendah. Mutu tenaga kerja yang rendah mengakibatkan kesempatan kerja semakin kecil dan terbatas.
4. Penyebaran tenaga kerja
Tenaga kerja di indonesia tidak merata. Di daerah pulau jawa tenaga kerja menumpuk sementara di luar pulau jawa kekurangan tenaga kerja. Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak bahwa di pulau jawa banyak pengangguran sedangkan di luar pulau jawa pembangunan akan terhambat karena kekurangan tenaga kerja untuk mengolah sumber daya alam yang ada.
https://www.untag-sby.ac.id/
Komentar
Posting Komentar