1212000205_ Rezav Habi Setyatama_Tugas Resume Bussiness Relationship Chapter 1 buku 2_RUANG LINGKUP MANAJEMEN BUSINESS RELATIONSHIP
NAMA :REZAV HABI S
NBI : 1212000205
MATKUL : BUSINESS RELATIONSHIP (S)
RUANG LINGKUP MANAJEMEN BUSINESS RELATIONSHIP
PENGERTIAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
Teori produksi adalah pembelajaran mengenai suatu proses ekonomi untuk mengubah faktor-faktor produksi (input) menjadi hasil produksi (output). Teori produksi merupakan teori pemilihan atas berbagai alternatif, terutama menyangkut keputusan yang diambil oleh seorang produsen dalam menentukan pilihan atas alternatif-alternatif yang ada.
Hubungan industrial merupakan bidang studi multidisiplin yang mempelajari masalah-masalah hubungan ketenagakerjaan. Sederhananya adalah mengenai hubungan antara pengusaha dengan pekerja, beranggapan bahwa masalah hubungan industrial hanya masalah yang berkaitan dengan hubungan tenaga kerja saja sehingga mereka menyamakan hubungan industrial dengan hubungan tenaga kerja.
Menurut Payaman J. Simanjutak (2009), hubungan industrial adalah hubungan semua pihak yang terkait atau berkepentingan atas proses produksi barang atau jasa di suatu perusahaan. Pihak yang berkepentingan dalam setiap perusahaan (Stakeholders):
Pengusaha atau pemegang saham yang sehari-hari diwakili oleh pihak, manajemen:
Ø Para pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh
Ø Perusahaan pemasok bahan produksi
Ø Konsumen atau para pengguna produk/jasa
Ø Perusahaan pengguna
Ø Masyarakat sekitar
Ø Pemerintah
Ø Para konsultam hubungan industrial/pengacara
Ø Para arbirator , konsiliator, mediator, dan akademisi
Ø Hakim-hakim pengadilan hubungan industrial.
HUBUNGAN INDUSTRIAL MENCANGKUP 3 ASPEK YAITU:
1. Pengembangan ilmu pengetahuan
Melibatkan multidisiplin antara lain bidang ilmu ekonomi tenaga kerja, psikologi, sosiologi industri, sejarah tenaga kerja, anajemen sumber daya manusia, ilmu politik, dan hukum.
2. Penyelesaian masalah
Bertujuan untuk merancang kebijakan-kebijakan dan intitusi-intitusi untuk membantu agar hubungan ketenagakerjaan berjalan dengan lebih baik
3. Etika
Mengandung prinsip-prinsip norma yang nampak mengenai pekerja dan hubungan ketenagakerjaannya, yang mengedepankan pandangan bahwa pekerja sebagai manusia di dalam masyarakat demokrasi.
aliran pluralis, aliran ini melihat hubungan ketenagakerjaan sebagai campuran kepentingan bersama dan konflik kepentingan (yang sebagian besar hanya terba- tas pada hubungan kerja). Oleh karena itu pluralis mengedepankan prosedur penyampaian keluhan, mekanisme suara/aspirasi karyawan di tempat kerja, perundingan bersama, dan kemitraan pekerja-manaje- men. Dalam masalah kebijakan, pluralis mengadvokasi peraturan upah minimum, standar kesehatan dan keselamatan kerja, standar buruh internasional, hukum perburuhan dan kebijakan publik. Intervensi kelembagaan tersebut dilihat sebagai cara menciptakan hubungan ke- tenagakerjaan yang seimbang yang tidak hanya menghasilkan efisiensi ekonomi, tetapi juga kesetaraan pekerja-pengusaha dalam hubungan industrial dan penyaluran aspirasi yang lebih baik.
Berbeda dengan aliran pluraris, aliran yang terinspirasi Marxis melihat konflik kepentingan majikan-karyawan sebagaimana konflik antagonis yang tajam dan sangat tertanam dalam sistem sosio-politik- ekonomi. Dari perspektif ini, mereka memperjuangkan suatu hubungan kerja yang seimbang karena anggapan bahwa pengusaha lebih mendominasi pekerja dan sebagai imbangannya diperlukan reformasi struktural untuk mengubah hubungan kerja antagonis yang tajam yang melekat dalam kapitalisme. Oleh karena itu, kubu ini cenderung memberikan dukungan pada gerakan serikat buruh yang militan.
Hubungan antarmanusia pada hubungan industrial melibatkan seluruh kelompok yang berkaitan dengan proses produksi dan atau jasa.
Hubungan industrial digambarkan dalam model klasik yang sering disebut dengan model Dunlop
Kemudian model di atas dikembangkan dalam model yang dikenal dengan The Tripartite Gum Model
HUBUNGAN INDUSTRIAL DINILAI BAIK APABILA
1. Sistem kompensasinya adil.
2. Kondisi kerja sehat dan aman
3. Ada peluang untuk memanfaatkan kapabilitas seseorang.
4. Ada peluang untuk mengembangkan diri, karir, dan keamanan kerja
5. Ada integrasi sosial dan identitas dalam organisasi
6. Ada kesesuaian antara peran kerja dan kehidupan pekerja lainnya dalam pekerjaan.
7. Ada keterlibatan dalam pengambilan keputusan dalam memperbaiki lingkungan kehidupan kerjanya.
Campur tangan pemerintah dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan dinamis adalah memberikan perlindungan tindakan illegal kepada manajemen dan pekerja atau yang mewakili, yaitu sertifikat pekerja. Sebaiknya hubungan antara pemerintah dengan manajemen dan serikat pekerja tidak bersifat satu arah tetapi reciprocal (saling mempegaruhi) sehingga dalam memberikan perlindungan Tindakan legal, pemerintah juga mengkomodasi suara mereka.
Hubungan industrial yang harmonis dan dinamis menciptakann kepuasan kerja. Selain itu juga berpengaruh positif dalam menciptakan stabiitas dan pertumbuhan ekonomi karena hubungan industrial yang kondusif menjamin kelangsungan usaha, ketersediaan barang/jasa kebutuhan masyarakat, penghasilan masyarakat, pendapat negara melalui pajak. Selain itu, hubungan industrial yang kondusif dapat mengurangi kerawanan sosial akibat kemiskinan dan pengangguran .
https://www.untag-sby.ac.id/
Komentar
Posting Komentar